
AsSafrina.Com – Raudhatul Athfal (RA) As Safrina Kotawaringin Timur (Kotim) sukses mencuri perhatian dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-23 Kotim yang berlangsung meriah di Halaman Museum Kayu Sampit, dari Jumat (24/11) hingga Minggu (26/11) tahun 2025. Mengirimkan kontingen terbaiknya, RA As Safrina berbagai cabang Lomba Kreativitas dan Pengembangan Potensi Dini.
Perayaan Harlah IGRA ke-23 ini menjadi platform strategis yang menyinergikan pengembangan potensi anak usia dini dengan penguatan ekonomi lokal melalui Bazar UMKM. Namun, sorotan utama tertuju pada arena kompetisi cilik, tempat anak-anak baik dari Raudhatul Atfal maupun Taman Kanak-Kanak yang menampilkan bakat terbaik mereka.
RA As Safrina mengirimkan delegasi untuk semua cabang perlombaan:
-
- Lomba Mewarnai (Jumat, 24 November): Diwakili oleh satu srikandi cilik, Acha, yang berkompetisi dengan antusias melawan peserta dari berbagai RA dan TK se-Kotim.
- Lomba Vokal Solo (Sabtu, 25 November): RA As Safrina menunjukkan potensi suara emasnya dengan mengirimkan empat penyanyi cilik berbakat: Hanin, Nisa, Ningrum, dan Gadis. Keempatnya berjuang keras menampilkan harmoni terbaik mereka di panggung.
- Lomba Tari Daerah (Minggu, 26 November): Puncak unjuk bakat ditutup dengan penampilan tarian daerah yang memukau. RA As Safrina menampilkan keberagaman budaya lokal melalui tiga grup tari yang dikirim;
- Grup Tari Zapin, yang kaya akan nuansa Melayu.
- Grup Tari Dindin Badindin, dengan gerak lincah dari Sumatera Barat.
- Grup Tari Jaranan, yang kental dengan warisan budaya Jawa.
Seluruh kontingen dari RA As Safrina, mulai dari peserta mewarnai, vokal solo, hingga tiga grup tari daerah, telah berkompetisi dengan semangat tinggi. Mereka menampilkan persiapan terbaik, menunjukkan bakat, keberanian, dan kepercayaan diri yang telah diasah melalui bimbingan guru-guru RA As Safrina.

“Keikutsertaan anak-anak kami di Harlah IGRA ke-23 ini bukan sekadar mengejar piala. Ini adalah momen untuk mengasah mental, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menanamkan cinta terhadap seni serta budaya lokal. Kami bangga melihat semangat juang dan penampilan terbaik dari seluruh perwakilan RA As Safrina,” ujar salah satu perwakilan guru pendamping.
Keberhasilan RA As Safrina dalam ajang ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi anak usia dini, menjadikannya tonggak bagi prestasi-prestasi berikutnya. (0)
