
AsSafrina.Com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Raudhatul Athfal (RA) As Safrina mengadakan kegiatan istimewa: lomba mewarnai internal untuk seluruh siswanya. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kreativitas, melainkan juga media edukatif untuk menanamkan nilai nasionalisme dan semangat perjuangan sejak usia dini.
Kepala RA As-Safrina, Umi Wensi, menegaskan bahwa acara ini bertujuan lebih dari sekadar hiburan.
Anak-anak tidak hanya hafal lagu-lagu perjuangan, tetapi juga memahami makna simbol kemerdekaan. Melalui kegiatan mewarnai, mereka belajar menghargai pengorbanan para pahlawan sekaligus mengasah keterampilan motorik halus.
Suasana lomba berlangsung penuh warna dan keceriaan. Di halaman sekolah yang sederhana, anak-anak tampak sangat antusias. Dengan krayon, spidol, dan pensil warna di tangan, mereka menorehkan goresan warna ke atas lembar bergambar bendera, pahlawan, dan simbol kemerdekaan lainnya.

Ada yang mewarnai dengan hati-hati, memastikan setiap bidang rapi sesuai garis, ada pula yang spontan menumpahkan imajinasinya dengan kombinasi warna cerah. Halaman sekolah pun berubah menjadi kanvas besar penuh kehidupan, diiringi gelak tawa dan tangan-tangan mungil yang sibuk bergerak.
Di balik kesederhanaan lomba ini, tersimpan makna yang mendalam. Bagi anak-anak, mewarnai mungkin terlihat seperti permainan biasa, tetapi setiap goresan adalah bentuk cinta tanah air.

Mereka belajar mengenal merah putih, memahami arti perjuangan, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Selain mengasah kreativitas, lomba ini juga menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan rasa nasionalisme.
Anak-anak belajar bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana mereka, sebagai generasi penerus, bisa terus berkarya untuk Indonesia.
Pemenang lomba akan diumumkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Namun, sesungguhnya semua peserta adalah pemenang. Mereka telah berani berkarya, berekspresi, dan menunjukkan kecintaan pada tanah air dengan cara mereka sendiri.
Melalui kegiatan ini, RA As-Safrina menegaskan bahwa pendidikan karakter bisa berjalan seiring dengan kreativitas. Menanamkan semangat nasionalisme tidak selalu harus dengan hal besar, melainkan bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh makna. Dari krayon sederhana itu, diharapkan lahir generasi muda yang tumbuh menjadi pribadi kreatif, berkarakter, dan mencintai Indonesia sepenuh hati.
